Rabu, 23 Juli 2014

Allah subhanahuwata'ala telah memberikan takdir yang telah digariskan kepada setiap hamba-hambanya. tidak ada satupun insan yang bisa menolaknya bahkan menghindarinya. begitu pula penyakit yang telah tumbuh ditubuh setiap manusia. Aku tak pernah tau apa yang harus aku perbuat. kini hanya lantunan doa yang selalu aku panjatkan kepada Yang Maha Kuasa untuk kesembuhan kakakku. kesedihan yang tak penah hilang ketika melihanya sakit. begitu mudah nya penyakit berlalu-lalang menemani kehidupannya. aku tau Allah telah merencanakan yang terbaik bagi setiap hamba-hamba-Nya,tapi kenapa harus dia yang marasakan semuanya? Aku bukan berniat untuk tidak ikhlas atas takdir yang telah direncanakan-Nya. tapi hati ini rasanya tidak tega melihatnya. aku ingin datang dan selalu memeluknya dikala dia sedang sakit. tapi itu tidak mungkin,bagaikan pungguk merindukan bulan. disaat aku dalam keadaan keterputusasaan,kini aku hanya bisa mengaduh kepada-Nya,kupanjatkan doa dengan berurai air mata. kutumpahkan segala kegundahan,keresahan,dan keinginan yang menyesakkan dadaku.

      Ya Allah, Yang Mahakuasa. Aku sadar segala penyakit berada ditangan-Mu. jika boleh, kugantikan saja posisi kakaku. Biarkan aku saja merasakan sakit yang dideritanya. Begitu banyak penyakit yang telah dilaluinya. Ya Allah, Yang Maha Mengabulkan doa, sembuhkanlah penyakitnya, kuatkan dirinya, tolong beri kesembuhan pada kakakku seperti sedia kala. Tidak ada yang mustahil bagi-Mu,ya Allah..

Aku yakin Allah selalu mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Sungguh, Dia Maha Pengasih dan Penyayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar